Senin, 09 November 2015

Kisah Kesabaran dan Ketabahan Masyitah
            Masyitah adalah seorang perempuan yang bekerja sebagai tukang sisir keluarga Raja Fir’aun di mesir.Fir’aun adalah raja yang sangat berkuasa  di wilayah mesir ketika itu.karena kekuasaannya,Fir’aun menjadi lupa diri.Ia menjadi raja yang angkuh,sombong,dan sangat kejam terhadap rakyatnya.
            Meskipun tinggal di lingkungan istana raja yang menganggap dirinya tuhan, masyitah dan suaminya yang bernama hizkil serta anak-anaknya tetap beriman kepada allah swt. Iman mereka disembunyikan dalam hati,sebab jika raja Fir’aun mengetahui, akan  membahayakan  keselamatan masyitah dan keluarganya.
            Pada suatu hari, ketika masyitah sedang menyisir rambut putri Raja Fir’aun, tiba-tiba sisir yang digunakan terlepas dan terjatuh.masyitah terkejut sambil menyebut nama allah. Ucapan masyitah itu terdengar oleh putri Raja Fir’aun .
“SIAPA ALLAH ITU?”  Tanya putri Fir’aun
”ALLAH adalah tuhan yang maha esa,” jawab masyitah.
“apakah ada tuhan selain ayahku?” Tanya putri Fir’aun.
“ada yaitu ALLAH.Hanya dia yang patut disembah,” jawab masyitah.

“jangan sebut nama itu lagi!” kata putri Fir’aun.
“tidak! Saya akan tetap akan menyebut nama ALLAH. Dia adalah tuhan saya,
  tuhan ayahmu juga,” kata masyitah.

Putri Fir’aun sangat tersinggung kemudian mengancam:
“awas,akan ku adukan kepada ayahku.”
“silahkan ,saya tidak takut!” jawab masyitah dengan tenang dan tegas.
Rupanya putri Fir’aun benar-benar mengadukan hal itu kepada ayahnya. Fir’aun marah mendengar pengaduan putrinya itu. Masyitah pun dipanggil menghadap Raja Fir’aun.
            “Betulkah kamu menyebut nama tuhan selain aku?” Tanya Fir’aun.
“Betul” jawab masyitah.
“Siapa tuhanmu itu?” Tanya Fir’aun.
“Tuhanku adalah ALLAH,” jawab masyitah dengan tegas
                 Mendengar jawaban masyitah, Fir’aun bertambah marah ,”kalau kamu masih ingin hidup , jangan sebut lagi nama tuhan ALLAH itu!”
                 Masyitah diam saja.karena masyitah diam saja, Fir’aun membentak lagi sambil mengancam,”kalau kamu tidak mencabut kata-katamu  itu aku akan menceburkan dan anak-anakmu kedalam air mendidih.”
                 Masyitah tidak gentar sedikitpun mendengar ancaman Fir’aun .dengan tenang ia menjawab , “saya tidak takut kepada siapa pun. Saya hanya takut kepada ALLAH, tuhan seluruh alam.tidak ada tuhan selain ALLAH.”
                 “Cukup” bentak Fir’aun.
                 Fir’aun sangat marah . kemudian ia menyuruh para pembantunya untuk menyiapkan belanga besar yang terbuat dari keningan . belanga itu diisi air , kemudian dimasak sampai mendidih . setelah itu Fir’aun memerintahkan agar anak-anak masyitah diceburkan ke dalam belanga. Sebelum masyitah dan anak-anaknya diceburkan , masyitah memohon agar tulang-tulangnya dan anak-anaknya dikuburkan. Permintaan itu dikabulkan Fir’aun .  kemudian satu persatu anaknya di lemparkan ke dalam air mendidih. Kini tiggal anaknya yang masih bayi. Masyitah sangat iba dan kasihan terhadap anaknya yang masih menyusu itu. Ia kelihatan ragu-ragu .melihat hal itu Fir’aun  menawarkan , “jika kamu saying kepad bayimu, kamu dan bayimu akan di selamatkan , asalkan lupakan tuhanmu itu.”
                 Pada saat itu keajaiban terjadi ,atas kehendak ALLAH ,bayi yang sedang di gendong masyitah berbicara:
                 “bersabarlah wahai ibuku. Janganlah ibu merasa ragu. Sesungguhnya ALLAH bersama kita.”
                 Mendengar ucapan bayinya , hati siti masyitah bertambah yakin bahwa ALLAH adalah tuhan yang maha esa,yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Akhirnya , dengan wajah berseri-seri sambil mengucapkan “bismillahi tawakaltu ‘alallah, allahu akbar ,” masyitah bersama bayinya  terjun kedalam air yang mendidih.

KESIMPULAN:
                 Dari cerita diatas kita dapat mengambil hikmah yang besar yaitu:
Ø Masyitah, adalah contoh orang yang memiliki Akidah dan Iman yang kuat,teguh pendirian,dan berani  mempertahankan Akidah dan Imannya.meskipun harus mati dalam air mendidih karena mempertahankan Akidah dan keimanannya.
Ø Masyitah memberikan contoh sikap yang tabah dalam menghadapi ujian dan cobaan yang sangat berat . masyitah tidak menyesal bahkan menghadapi ujian dan cobaan itu dengan sikap tenang dan penuh ketegasan.
Ø Sikap rela berkorban juga dicontohkan masyitah. Ia rela mengorbankan  diri dan keluarganya demi Akidah,kebenaran dan keimanannya.
    

     Oleh karena itu, marilah kita mencontoh dan meneladani masyitah dengan berupaya memiliki Akidah dan keimanan yang teguh. Membiasakan tabah dalam menghadapi ujian hidup yang datang silih berganti.

Kamis, 14 Mei 2015

Renungan Malam


Sejenak ku termenung dan berfikir manusia di dunia ini sudah sangat sadis sekali, tidak ada lagi rasa kemanusiaan nya. Saat ini setan lah yang menang, dia berhasil merasuki fikiran2 manusia agar selalu berbuat ke arah negatif. Tidak hanya itu saja, dunia pun juga sudah memberi tanda2 akan dekatnya hari kiamat. Semoga renunganku malam ini membuat aku selalu intropeksi diri apakah selama aku hidup ini lebih banyak amal baik atau buruknya. Perlu kita perhatikan tiga persoalan yang berkaitan dengan seluruh kehidupan kita. Persoalan tersebut adalah :
1. Darimanakah kita datang ??
2. Mengapakah kita di datangkan ??
3. Kemanakah kesudahan kita ??

Persoalan Pertama
Dari mana kita datang?
Jawabannya yang kita dapat dari firman allah:

“Wahai sekelian manusia! Jika kamu masih ragu-ragu terhadap hari qiamat sesungguhnya Kami (Allah S.W.T.) telah jadikan kamu dari tanah, kemudian daripada air mani dan mani menjadi darah sampai ia menjadi sepotong daging yang telah sempurna kejadiannya dan yang belum sempurna, supaya Kami beri keterangan kepada kamu dan Kami tetapkan di dalam kandungan (rahim) ibu mengikut kehendak Kami, sampailah waktu tertentu maka Kami keluarkan kamu dari kandungan ibumu menjadi kanak-kanak kemudian sampai kamu menjadi orang dewasa. Di antara kamu ada orang yang dimatikan dan ada yang dipanjangkan hidupnya sampai terlalu tua hingga tidak dapat mengetahui apa-apa sedangkan sebelumnya kamu mengetahui.” - Surah al-Hajj: ayat 5.

Persoalan Kedua
Mengapa kita didatangkan atau mengapa kita dijadikan oleh Allah S.W.T.?
Jawabannya yang kita dapat dari firman allah:

“Tidak Aku (Allah) jadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Ku.” - Surah az-Zariyat: ayat 56.

Persoalan Ketiga
Kemanakah kesudahan kita?
Jawabannya yang kita dapat dari firman allah:

“Sesungguhnya kepada Tuhan (Allah) kesudahan kamu (tempat kembali). Dialah yang membuatkan kamu tertawa dan Dia juga yang membuatkan kamu menangis. Dialah yang mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali.” 

Andaikan manusia didunia ini dapat merenungkan maksud dan tujuan kita di dunia ini. Insya allah, allah akan selalu permudah jalannya baik dari rezeki, jodoh, maut, semua itu sudah di atur cantik oleh allah. Membayangkan kalimat " Darimanakan kau datang ?" seperti persoalan yang diatas sudah di jelaskan asal mula manusia itu tercipta. Kalau kita fikirkan secara logika kita hanya bisa bilang " SUBHANALLAH " maha suci allah. Sebegitu rapihnya allah ciptakan manusia, Belum lagi kalau kita pelajari kelengkapan organ2 di tubuh yang sudah allah, dan kebetulan nih saya seorang perawat jadi setiap hari saya belajar mengenai organ manusia, sekali lagi dalam hatiku hanya berkata "SUBHANALLAH" pokoknya ga bisa dibayangkan deh. allah bwat berbagai macam organ, setiap organ berbeda2 fungsinya bahkan aliran darahpun sudah allah atur. Wahai manusia tau kah engkau makhluk hidup di dunia in semuanya selalu bertasbih kepada allah ( pepohonan, hewan, manusia, bahkan aliran darah di pembuluh darahpun bertasbih kepada allah.
Pada intinya allah menciptakan jin, manusia,hewan,tumbuhan melainkan untuk mengabdkan kepada allah. Terlepas dari itu semua kita harus sadar bahwa allah telah menciptakan manusia dan akan kembali juga kepada allah. Seperti apa sih rasa sayang allah terhadap manusia "iah berkata dalam hati". Setiap manusia pasti selalu dikelilingi oleh orang orang yang kita sayangi antara lain ibu, ayah, saudara2, dan tetangga. Pasti kita pernah merasakan rasa sayang kita yang sanagat2 terhadap seseorang terutama keluarga kita.




Kamis, 26 Maret 2015

CINLAG

CINTA LINTAS AGAMA


Kita bertemu dengan tidak sengaja, kita tidak saling mengenal, mencari apalagi untuk berhubungan. Bukan kita yang ingin terlahir berbeda, ketika cinta mulai mempersatukan dua insan yang berbeda umur, derajat kasta bahkan hal yang paling sensitif nan sakral bagi umat manusia di dunia yaitu “AGAMA”. Akankah cinta mampu menembus dinding perbedaan itu. Akankah cinta yang suci bisa meluluhkan batas batas agama yang masing masing berjuang mempertahankan kekuatannya. Dapatkah kita yang dipersatukan oleh cinta, bersatu dalam tuhan.

Awal tahun 2010
Kurang lebih 3 bulan aku bekerja sebagai part Time di RSUD Cengkareng, tidak sangka ada salah seorang pria sebagai mak comblang (mas dito). Dia selalu menyampaikan pesan salam kenal dari seseorang yang misterius itu. Tak terbayang seseorang itu siapa dan rupanya seperti apa ?. Sampai akhirnya si mak comblang tersebut berhasil mempersatukan komunikasi antara aku dan dia. Kita saling bercerita sambil menceritakan mengenai dirinya masing-masing, sambil berfikir bahwa aku tak pernah melihat rupa orang itu. Tepat pas bulan juni aku dan dia sering jalan bareng. Kencan pertama yang paling mengesankan saat di hari ulang tahunku yang ke 22, dia mengajakku nonton dan makan di daerah Blok M. Saat itu aku pakai baju biru selutut dan memakai laging, sedangkan dia pakai baju biru bergaris garis. Kita pun saling bercuri curi pandang dan tak henti hentinya bercerita, tanpa di sadari haripun telah larut malam dan kita pun harus segera  pulang. Setiba di rumah sepanjang malam aku terbayang bayang akan sosok dirinya, aku mulai suka dan mengagguminya karena kelembutan suaranya, kebaikannya, dan kenyamanan yang dia berika kepadaku. Hari demi hari aku jalani seperti ini sampai akhirnya aku pun sudah mulai suka dengan nya. Tanpa aku sadari setelah aku membaca dinding facebooknya ternyata banyak sekali update  status seorang wanita bernama ria sabrina menulis di dindingnya. Ooo...oowww ternyata dia sudah punya pacar, sampai akhirnya aku vacum dan tidak berkomunikasi lagi dengannya kurang lebih 3 bulan. Dan akhirnya dia pun kembali menjalin komunikasi lagi denganku, dia pun bersikap seolah olah mengaggumi dan suka akan sosok diriku. Dan aku pun juga merasakan perasaan yang sama, tak mau di gantung dengan hubungan ini akhirnya aku bertanya kepadanya mengenai wanita tersebut. Dia pun mengakui bahwa di memang sudah mempunyai hubungan dengan wanita tersebut. Patah hatiku mendengar itu semua, entah mengapa dia selalu berusaha untuk komunikasi ke aku padahal aku sudah mulai pasrah. Sampai akhirnya dia bercerita mengenai wanita tersebut, dia menceritakan katanya dia jarang ketemu sama wanita tersebut dan hanya ketemu saat di kampus saja. Lalu dia bercerita katanya wanita tersebut tidak terbuka dengan dirinya dan sepertinya dia berselingkuh. Seolah olah sikapnya memberikan harapan dan lampu hijau kepadaku, akhirnya kita melanjutkan hubungan dimana status dia sebagai pacar orang lain.  Tak tahan aku menjalani hubungan dengan kebohongannya, dimana saat aku melihat facebook cewek tersebut sepertinya tidak sesuai seperti yang dia ceritakan. Aku pun semakin memaksa untuk meminta kejelasan hubungan ini. Hufftfttt,,, sampai di akhir tahun 2010 dan tahun 2011 aku berhubungan dengannya dengan perasaan yang bercampur, mulai dari kebencian, cinta, sampai kebohongan. Lama – lama akupun tidak tahan dengan semua ini akupun terpaksa memberikan dia pilihan antara aku dan dia. Lalu dia berkata lebih memilih aku, sampai akhirnya aku menyuruh dia untuk memutuskan perempuan itu kalau memang lebih sayang kepadaku. Banyak sekali permasalahan yang aku alami sampai akhirnya di awal tahun 2012  aku pun bebas bberhubungan dengan dia karena dia sudah memutuskan wanita tersebut. Ternyata kebencianku selama ini dapat di kalahkan bahkan  aku memaafkannya dan memberikan kesempatan kepadanya kembali, itu semua karena rasa sayang ku yang begitu besar kepada dirinya. Permasalahan pertamaku selesai, sekarang permasalahan keduaku adalah mengenai perbedaan agama. Selama berjalannya waktu tenyata keluarga ku mengetahui hubungan berbeda agama ini terutama dari kakak pertamaku sampai akhirnya orang tua ku tahu semua itu.
Sampai saat ini ditahun 2015, ku jalani hubungan dengan nya secara diam – diam kalau kata orang namanya backstreet. Ternyata seperti ini menjalin hubungan yang sudah bermain hati dengan seseorang yang berbeda agama. Banyak pertimbangan yang harus aku fikirkan antara Cinta – Tuhan – Keluarga. Dari sisi cinta, entah mengapa rasa cinta dan sayangku ini sangat besar sekali sama seperti sayangku kepada keluargaku. Dari sisi tuhan, dimana pun dan sampai kapanpun di agamaku tidak dibolehkan dan haram hukumnya berhubungan apalagi sampai menikah dengan yang berbeda agama. Sedangkan dari sisi keluarga, di agamaku ada di tuliskan dalam Al Quran bahwa ridhonya  orang tua adalah ridhonya Allah. Apabila orang tua tidak merestui hubungan ku dengan nya berarti Allah pun sama. Ya Allah begitu sulitnya aku memikirnya semua pertimbangan ini. Sampai sempat terfikir di benakku :
Mengapa kita berbeda ?
Mengapa ada banyak agama di dunia ini bahkan tuhan itu memang satu ?
Mengapa sepasang cinta yang tulus tak bisa bersatu hanya karena agama ?
Bukankah engkau penuh kasih ?
Namun kenapa kasih itu menjadi hambar dan kosong hanya karena perbedaan agama ?
Aku tak ingin menghadapi masa depanku tanpa kamu ..
Ya Allah apakah yang sudah dipersatukan oleh cinta dapat dipisahkan oleh agama ?
Bukankah engkau penuh cinta dan kasih ??
Kalau memang engkau sudah mengatur jodoh setiap manusia, kenapa harus kau atur dia di dalam skenario hidupku ya Allah, padahal kau tau kita berbeda ??
Lalu salah siapa ya Allah ??
Bukankah engkau esa ??
Maafkan aku ya Allah karena aku sempat berontak akan rencanamu, aku selalu berusaha mencocokkan keinginanku dengan rencanamu.
Kau terlalu baik bahkan kau sangat sayang kepadaku ya Allah, sehingga aku bisa melihat dia sampai saat ini..
Jaga dia selalu untukku ya Allah, satukanlah kami dalam agamamu. Aku sangat menyayangi dia seperti aku menyayangi mu bahkan orang tuaku ya Allah. Ridhoi hubungan ku ini dengan dia ya Allah, karena sosok seperti dia lah yang selalu aku inginkan. Aku ingin menjalani hidupku selalu bersamanya sekarang, nanti bahkan selamanya. Amiiinnnnnnnn,,,,,,,,,

I'LL ALWAYS BE RIGHT THERE
YOU ARE MY ENDLESS LOVE
LOVE YOU FOREVER